Tampilkan postingan dengan label Sea World. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Sea World. Tampilkan semua postingan

PERLENGKAPAN AQUARIUM SEAWORLD

PERLENGKAPAN AQUARIUM SEAWORLD
Adapun perlengkapan aquarium terdiri dari :
a.    Filter
Filter merupakan suatu alat yang digunakan untuk menyaring benda-benda tertentu yang tidak dikehendaki dan meloloskan benda lain yang dikehendaki. Dalam sistem akuarium benda-benda yang tidak dikehendaki tersebut diantaranya adalah:  amonia, bahan padatan, residu organik, dan bahan kimia lainnya. Berbeda dengan sistem filter pada umumnya, proses filtrasi atau penyaringan dalam suatu sistem akuarium lebih rumit. 
Dengan demikian pada sistem tersebut proses filtrasi dapat dikatakan sebagai proses sekali jalan, artinya proses penyaringan dikatakan selesai apabila air kotor dalam wadah terpisah tersebut telah habis.  Hal ini sangat berbeda dengan proses filtrasi yang terjadi pada sistem akuarium.  Pada akuarium, air hasil filtrasi atau filtrant dimasukkan kembali ke tempat yang sama, yaitu ketempat air kotor semula. Oleh karena itu, proses filtrasi pada akuarium menjadi tidak sederhana dan mau tidak mau akan mengikuti suatu kaidah persamaan diferential-integral terhadap waktu dalam perhitungannya.
Dengan karakter proses filtrasi seperti tersebut diatas, dalam sistem filter akuarium dikenal istilah waktu sirkulasi dan waktu "turn over".   Waktu sirkulasi adalah waktu yang diperlukan oleh air akuarium untuk bersirkulasi dalam waktu tertentu. 
b.    Salinometer
Salah satu alat yang paling popular untuk mengukur salinitas aquarium dengan tingkat ketelitian tinggi adalah dengan Salinometer, yang sistem kerjanya berdasarkan daya hantar listrik. Salinitas adalah parameter penunjuk jumlah bahan terlarut dalam air. Prinsip kerjanya adalah ujung salinometer ditetesi sampel air kemudian salinitas air akan dilihat pada angka skala.
Alat lain yang sifatnya lebih canggih adalah STD (Salinity Temperature Depth Recorder) yang bersifat otomatis membuat kurva salinitas terhadap suhu dan kedalaman air.
c.    Termometer
Termometer adalah alat yang digunakan untuk mengukur temperatur air. Alat pengukur air yang lebih canggih adalah batitermograf dan STD.
Syarat pemasangan termometer dalam aquarium adalah:
1)    Termometer yang digunakan berkualitas dan tahan banting.
2)    Termometer berisi air raksa atau alkohol.
3)    Ujung termometer menyentuh air.
4)    Menghadap ke depan sehingga mudah dibaca.
5)    Pemasangannya tidak menghalangi lansekap aquarium
d.    PH meter
pH merupakan suatu ekspresi dan konsentrasi ion Hidrogen (H+) di dalam air. Untuk mengukur kemasaman air, dipakai pH meter (tester). Dengan alat ini, pH air dapat diketahui dengan cara merendam ujung tangkainya ke dalam air.
e.    Aerometer
Prinsip kerja aerometer adalah menggerakkan udara ke atas dan sebaliknya. Akibat dari gerakan ini, gelembung udara naik ke atas dan berdifusi dengan udara bebas. Pada saat udara berdifusi, oksigen diserap dari udara bebas dan sebaliknya karbondioksida (C02) dari dalam air dilepas ke udara bebas. Umumnya air yang bersifat statis akan menimbulkan lapisan-lapisan air, lapisan atas lebih hangat sedangkan lapisan bawah lebih dingin. Lapisan ini menimbulkan kerugian bagi biota air. Aerometer juga dapat menguraikan sisa makanan yang berlebihan, sisa ekskresi (fases, urine, protein) ke atas dan selanjutnya akan disaring oleh filter.
f.     Pencahayaan
Cahaya diperlukan untuk dua hal dalam suatu akuarium, yaitu; untuk penerangan agar ikan dan panorama akuarium dapat dilihat dengan jelas, dan sebagai sumber energi bagi penghuni akuarium terutama tanaman air. Pada dasarnya sebuah akuarium memerlukan lampu day light,yaitu jenis lampu yang dibuat untuk meniru sinar matahari pada tengah hari. Jenis lampu demikian akan mampu memantulkan warna asli sebuat benda seperti apabila mereka dilihat langsung dibawah sinar matahari pada tengah hari.
g.    Pompa udara
Pompa udara untuk akuarium adalah alat untuk memasukkan udara ke dalam air akuarium melalui difuser, sehingga udara terpecah menjadi gelembung-gelembung kecil, memperkaya kandungan oksigen air.
Alat ini terbuat dari logam. Bentuknya seperti kotak segi empat yang bagian dasarnya menonjol ke depan. Pada bagian belakangnya terpasang kabel listrik. Bila alat ini digunakan, kabel listrik itu dihubungkan dengan sumber listrik. Di tengah-tengah sisi depannya terdapat sebuah roda yang terbuat dari plat logam bundar. Bila dihubungkan dengan arus listrik, roda akan berputar dan menggerakkan pompa yang terletak disampingnya. Di depan pompa terdapat dua buah pipa logam. Pipa yang satu gunanya untuk mengisap udara dan yang lainnya untuk mengeluarkan udara ketika pompa bekerja.

FASILITAS SEAWORLD

FASILITAS SEAWORLD

Fasilitas utama yang terdapat pada bangunan Seaworld adalah : aquarium, yang terdiri dari aquarium samudera dan aquarium pendukung yang berupa tangki aquarium yang lebih kecil untuk pengamatan yang bersifat spesifik, kolam sentuh, kolam atraksi, dan ruang pameran ekspedisi lautan.

Aquairum dapat diartikan sebagai sebuah wadah air, tetapi secara umum diartikan sebagai wadah atau tempat untuk memelihara berbagai jenis komunitas kehidupan dalam air, seperti ikan, amphibi, tanaman air, moluska, koral, dan berbagai jenis invertebrata lainnya.

Akuarium adalah sebuah vivarium biasanya ditempatkan di sebuah tempat dengan sisi yang transparan (dari gelas atau plastik berkekuatan tinggi), di dalamnya satwa dan tumbuhan air (biasanya ikan, namun dapat juga ditemukan invertebrata, amfibi, mamalia laut dan reptil) ditampung, dan digunakan untuk display 0 pula. Memelihara ikan di dalam akuarium adalah hobi yang cukup opular. Akuarium pertama untuk umum, didirikan di London, Inggris pada tahun 1853. Bersaman dengan jalannya waktu, teknologi yang digunakan di dalam akuarium makin berkembang, (seperti sistem penyaringan dan penerangan).

Aquarium umumnya terbuat dari kaca. Karena kaca sebagai benda transparan memungkinkan kita untuk menikmati aktifitas kehidupan dalam air secara horizontal. Bak semen, kolam dan sebagainya tidak lazim disebut sebagai aquarium tetapi sebenarnya tergolong dalam aquarium. Akan tetapi, dalam wadah seperti itu, pandangan ke dalam air hanya bisa dilakukan melalui permukaan air saja. Selain kaca, bahan transparan lain yang kerap digunakan untuk akuarium adalah akrilik Dalam menentukan pilihan antara kaca atau akrilik sebagai bahan dasar akarium, anda perlu mempertimbangkan beberapa hal. Yang terutama adalah harga. Seringkali perbedaan harga antara kedua bahan tersebut sangat signifikan.

Apabila harga ternyata tidak terpaut jauh, maka pertimbangan lain adalah bobot. Akuarium yang terbuat kaca akan jauh lebih berat dibandingkan dengan akuarium dari akrilik, sehingga keperluan penopang bagi kedua jenis akuarium tersebut akan berbeda. Selain itu, kaca lebih rentan dibandingkan dengan akrilik. Akrilik dapat dibor dengan mudah, seandainya hal tersebut diperlukan untuk menambahkan instalasi pipa dan lain sebagainya. Hal ini akan relatif sulit dilakukan pada kaca, apalagi kalau pemboran perlu dilakukan setelah akuarium jadi. Akrilik mempunyai kelemahan antara lain mudah tergores, dan bisa mengalami deformasi bentuk akibat tekanan air, sehingga bisa terjadi distorsi pandangan kedalam akuarium. Hal ini bisa mengurangi kenyamanan dalam menikmati keindahan sebuat akuarium.
Meskipun pilihan terhadap bahan dasar tersebut bisa dilakukan berdasarkan berbagai faktor, para akuaris lebih senang menggunakan kaca sebagai akuarium, dan akrilik sebagai sump.

SISTEM PENGOLAHAN DAN PENGADAAN AIR LAUT PADA SEAWORLD


SISTEM PENGOLAHAN DAN PENGADAAN AIR LAUT

Metode umum / standar
Pada sistem pengolahan air pada aquarium yang menggunakan metode standar, air dimasukkan kedalam tangki dengan cara melewatkannya pada suatu lapisan penyaring yang akan menangkap partikel yang besar, lalu melalui suatu pipa, air diteruskan pada Filter Wet-Dry. Secara standar, Filter Wet-Dry memanfaatkan bio-media dalam penyaringan. Kemudian pada bagian bawah tangki, terdapat lapisan pasir atau kerikil yang kira-kira sedalam 1 inchi yang menggambarkan dasar lautan. Diatas pasir atau kerikil tersebut, ditempatkan bebatuan yang akan menjadi dasar bagi kehidupan karang yang akan ditempati dalam tangki.

Metode khusus
a)    Sistem terbuka (open system)
Prinsip sistem ini yaitu pakai dan buang. Sistem ini merupakan sistem yang sederhana dan tidak memberikan banyak masalah tetapi membutuhkan biaya yang sangat mahal. Yang harus diperhatikan adalah tidak boleh adanya kontak dengan pipa-pipa berbahan logam. Saluran air rata-rata yang harus diganti kira-kira 1 lb atau 1 pon (3,2 gram) ikan per 100 galon dari 1 volume tiap ikan per dua jam sekali. Jadi tiap jam untuk aquarium kapasitas 100.000 galon air harus bersirkulasi antara 50.000 hingga 100.000 galon. Dan 1,2 sampai 2,4 milyar gallon air yang dibutuhkan selama 24 jam.

Air yang diambil dari laut disaring melalui intake station, setelah melalui proses filtrasi maka air dapat langsung digunakan pada tangki, sampai dalam kurun waktu tertentu air tidak memenuhi syarat lagi, maka air dibuang atau diganti. Sistem ini biasanya digunakan apabila air laut yang ada kondisinya masih bagus dan tersedia cukup banyak. Keuntungan dari sistem ini adalah air yang diperoleh akan bersifat alami sesuai dengan kondisi aslinya. Sedangkan kerugiannya adalah biaya pengontrolan lebih mahal.

b)    Sistem tertutup (close system)
Prinsip dari sistem ini pakai dan daur ulang. Pada sistem ini, air langsung masuk ke dalam display aquarium selanjutnya masuk ke dalam tangki reservoir setelah melalui beberapa filtrasi. Jadi pergantian air yang dibutuhkan hanya untuk menggantikan air yang hilang akibat evaporasi dan akibat pembersihan tangki atau saluran filter. Walaupun begitu tetap harus ada pergantian dengan air yang baru dengan perbandingan 1:3 dari total volume setiap dua minggu sekali.
Sistem ini biasa digunakan apabila kondisi air laut yang ada relatif kurang memenuhi syarat. Pada sistem ini, air yang tidak dipakai diproses lagi, dan setiap dua minggu 10 – 20% air tersebut diganti. Selama ini dapat dilakukan secara lokal maupun opular dengan adanya kemajuan teknologi, penggunaan air tidak terbatas pada air laut.

c)    Sistem semi tertutup
Masing-masing display aquarium memiliki sistem resirkulasi air sendiri. Tambahan sumber air untuk pengurangan air yang terjadi akibat penguapan berasal dari pipa tangki utama yang kemudian didistribusikan kemasing-masing bagian sistem air tiap aquarium. Dalam proses sirkulasi, air melalui penyaringan biologi (biological filtering). Penyesuaian terhadap temperatur yang diinginkan dapat disesuaikan dengan bantuan alat pemanas atau pendingin yang berada dalam pipa penyaringan. Dalam sistem sirkulasi ini disarankan untuk mengganti minimal 10% air, untuk aquarium air tawar dan 40% air, untuk aquarium laut setiap satu bulan sekali untuk menghindarkan partikel-partikel yang dapat membahayakan biota air.

Pada bangunan yang menjadi pembanding di Seaworld Indonesia, air yang ada dimasing-masing aquarium tidak setiap hari diganti. Aquarium di Seaworld Indonesia menggunakan sistem resirkulasi terus menerus selama 24 jam. Bila dari hasil pengukuran menunjukkan bahwa kualitas airnya sudah tidak bagus, maka akan diganti.

d)    Sistem sirkulasi dan pengadaan air
Air dari laut akan dihisap dan kemudian akan ditampung dalam tangki penampungan (storage tank), setelah melalui proses pressurized sand filtration, air dialirkan ke tangki display. Secara garis besar, proses pengadaan air pada tangki display adalah :


       -       Air dipompa dari laut dan melalui ozonator, kuman dimatikan
       -       Air tersebut dialirkan ke dalam bak filtrasi
       -       Kemudian dialirkan lagi ke dalam bak penampungan (storage tank).
       -       Air yang telah diproses siap dimasukkan ke dalam bak filtrasi untuk diproses ulang.
 

TEMAN-TEMAN PENGUNJUNG BLOG INI, DI "LIKE" YA..

Artikel Terbaru Via Email
Dapatkan kiriman artikel terbaru dari blog ini langsung ke email Anda.!!!

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes